The Unwritten Rules
Kalian tahu gak sih kalau ada satu peraturan gak tertulis yang harus dan wajib kalian lakuin kalau mau pertemanan kalian langgeng? Bukan cuma hubungan pacaran aja yang harus langgeng, tapi pertemanan kalian juga harus langgeng tentunya.
Semakin kita dewasa, lingkungan pertemanan kita akan semakin mengecil dan terbatas. Karena kita akan mengandalkan dan saling menaruh harapan kepada pasangan kita. Jadi kalian harus tahu aturan gak tertulis dalam etika pertemanan adalah jangan pacaran atau punya relationship dengan mantan teman kita. Kalau kalian gak mau kehilangan teman yang tulus di dunia yang sekarang ini susah cari orang yang tulus, maka kalian harus pahami aturan itu. Mau itu teman dekat atau teman jauh atau apapun tingkat kedekatan kalian, kita harus ikutin aturan itu.
Sekarang kita coba pikir secara logika, teman kita waktu pacaran sama pasangannya curhatnya kemana kalau gak ke kita? Karena kita sebagai teman juga menjadi pendengar yang baik untuk teman kita. Kadang teman tidak butuh solusi, tapi terkadang hanya butuh di dengarkan dan di validasi. Situasi itu bikin kita mau gak mau tahu gimana sifat dan perilaku pasangan teman kita. Sedikit banyaknya kita akan tahu baik buruknya pasangan teman kita. Kalau pasangannya memperlakukan teman kita dengan baik, kita biasanya juga ikut senang mendengarnya. Tapi kalau diperlakukan sebaliknya kita juga miris melihatnya.
Kemudian jika hubungan teman kita berakhir tidak baik, entah apapun alasan berakhirnya, sekalipun itu berakhir secara baik baik. Pasti akan menimbulkan luka tersendiri bagi teman kita. Apalagi jika putusnya hubungan karena pasangannya yang redflag misalnya selingkuh, toxic relationship, obsessive atau bahkan abussive. Maka dari itu secara etika saja terlihat gak sopan kalau semisal kita pacaran dengan orang yang menjadi sumber rasa sakit teman kita.
Karena pada dasarnya, menghormati perasaan teman adalah bentuk paling sederhana dari loyalitas. Kita gak perlu ikut membenci mantannya, tapi juga gak perlu menempatkan diri di posisi yang bisa bikin teman merasa dikhianati. Sebab kadang, yang bikin hancur bukan cuma kehilangan pasangan, tapi kehilangan teman yang kita kira akan selalu berpihak pada kita.
Namun jika percaya pada pernyataan kalau Tuhan maha membolak balikkan hati manusia dan kalaupun ada perasaan yang tumbuh tanpa disengaja kepada mantan pasangan teman kita, sebaiknya berani jujur dan tahu batas jangan menutup mata atas luka yang belum sembuh di hati temanmu. Dunia ini udah cukup penuh dengan orang yang tega, jadi kalau bisa, janganlah kalian jadi salah satunya. Karena pertemanan yang tulus itu lebih langka daripada cinta yang datang tiba-tiba.
Tidak menutup kemungkinan bahwa teman kita di waktu yang entah kapan akan berdamai dan mulai mengikhlaskan semua rasa sakit yang ditimbulkan oleh berakhirnya hubungan dengan pasangannya. Dan hatinya mungkin sudah tenang tanpa ada sisa luka bahkan dendam, maka dari situ segalanya bisa berbeda. Karena saat itu sudah tidak ada seseorang yang menggenggam rasa sakitnya. Namun tetap semuanya harus disertai dengan kejujuran, rasa hormat, dan komunikasi yang dewasa.
Pada intinya jangan memulai cinta diatas rasa sakit seseorang. Karena cinta lahir dari hati yang bersih dan niat yang baik. Cinta justru mengajarkan kita bahwa setiap orang bisa berubah, setiap luka bisa sembuh, dan setiap hubungan baik itu cinta maupun persahabatan tetap bisa berjalan berdampingan jika dijaga dengan komunikasi tulus.
Comments
Post a Comment